Hunan Zhonggang Huitong Machinery Technology Co., Ltd. 273507216@qq.com 86-133-1955-5705
Pasar sewa alat konstruksi Indonesia telah tumbuh 12% per tahun sejak 2020, didorong oleh program Proyek Strategis Nasional (PSN) pemerintah yang menginvestasikan lebih dari Rp 4.000 triliun (USD 260 miliar) untuk infrastruktur hingga 2024. Bagi perusahaan rental, waktu ekspansi armada sangat krusial—terlalu dini akan menimbulkan biaya peralatan menganggur, terlalu lambat berarti kehilangan peluang proyek.
PT Maju Jaya Konstruksi (MJK), perusahaan rental menengah yang berbasis di Surabaya, menghadapi tantangan yang sama persis pada akhir tahun 2025. Dengan tiga proyek infrastruktur yang telah diperoleh dan utilisasi peralatan melebihi 85%, MJK perlu menambahkan crane truk 25 ton ke armadanya—namun menghadapi kendala modal setelah investasi baru-baru ini pada ekskavator dan pompa beton.
MJK berspesialisasi dalam penyewaan peralatan untuk proyek konstruksi industri di seluruh Jawa Timur, melayani klien di pabrik petrokimia, fasilitas manufaktur, dan konstruksi gudang. Filosofi armada perusahaan memprioritaskan keandalan di atas prestise merek—klien mengharapkan peralatan yang berfungsi tanpa waktu henti.
Persyaratan operasional untuk crane baru:
Crane truk 25 ton baru dari SANY, XCMG, atau Zoomlion dihargai Rp 2,0-2,3 miliar (USD 125.000-145.000) di pasar Indonesia, dengan waktu tunggu pengiriman 4-6 bulan—jauh melebihi kendala anggaran dan jadwal MJK.
Dari inventaris kami yang terdiri dari 191 unit, kami mengidentifikasi dan merekomendasikan crane truk SANY STC250C5-2 25 ton yang sesuai dengan kebutuhan MJK: